Cincin Benzena

Topic Progress:

Benzena adalah nama yang sangat tidak asing. Benzena adalah ‘ikon’nya kimia organik karena kelucuannya, yaitu berbentuk segienam dengan 3 garis atau lingkaran di dalamnya. Kimia organik sangat sering dikaitkan dengan benzena, sebagai contoh…

Seperti apa bentuk benzena? Perhatikan favicon website ini pada tab browser anda! Benzena merupakan senyawa dengan rumus C6H6 dengan bentuk cincin segi enam dan digambar dengan ikatan rangkap yang selang-seling (rumus Kekulé). Sebagai gugus samping, benzena memiliki nama gugus fenil atau singkatannya Ph (-C6H5), sedangkan benzena tersubstitusi memiliki nama gugus aril atau singkatannya Ar. Senyawa-senyawa sederhana dengan cincin benzena seringkali memiliki nama-nama trivial yang jauh lebih populer dari benzena itu sendiri misalnya toluena (metilbenzena, C6H5CH3), anilin (benzenamina, C6H5NH2), fenol (hidroksibenzena, C6H5OH), dsb.

Benzena memiliki penomoran 1 – 6 dan angka 1 ditentukan berdasarkan gugus prioritas. Untuk benzena monosubstitusi, gugus samping tidak perlu diberi nomor (misal, bukan 1-propilbenzena melainkan cukup propilbenzena). Untuk benzena yang terdisubstitusi, kita dapat memberikan penomoran 1 dan 2, 1 dan 3, atau 1 dan 4, namun biasanya digunakan nama lain untuk pola-pola ini. Pola 1 dan 2 kita sebut ortho (misal, orthodimetilbenzena = 1,2-dimetilbenzena), pola 1 dan 3 kita sebut meta, serta pola 1 dan 4 kita sebut para. Untuk benzena yang lebih dari 2 H-nya tersubstitusi, kita gunakan angka.

orto meta para

Cincin benzena sendiri kita sebut sebagai cincin aromatis, karena mematuhi aturan Huckel. Hal ini akan dibahas kapan-kapan 🙂