Alkena dan Alkuna

Topic Progress:

Bila alkana adalah hidrokarbon ‘jenuh’ yang semuanya terdiri dari ikatan tunggal, maka alkena dan alkuna adalah hidrokarbon ‘tak jenuh’ yang memiliki ikatan rangkap atau ganda tiga. Hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap kita sebut alkena, sedangkan yang memiliki ikatan ganda tiga kita sebut alkuna.

Dalam penamaannya, alkena dan alkuna ‘lebih diprioritaskan’ daripada percabangan. Misalnya, perhatikan senyawa berikut:

Senyawa di atas memiliki nama 5,5,6,6-tetrametilhept-2-ena. Rantai karbon terpanjang terdiri dari 7 karbon, dengan terhadap 4 gugus metil pada karbon nomor 5 dan 6 (bukan 2 dan 3 karena ikatan ganda diprioritaskan). Kemudian, ikatan rangkap tersebut diberi nomor 2 (bukan 3, diambil yang terkecil). Untuk alkena, nama hidrokarbon tersebut diakhiri oleh -ena, sedangkan untuk alkuna diakhiri dengan -una.

Alkena memiliki keunikan yaitu memiliki isomer geometri. Isomer geometri dilambangkan dengan cis dan trans atau Z dan E (Zusammen – Entgegen). Penentuan isomer geometri dilihat dari gugus-gugus pada ikatan rangkap, misalnya perhatikan gambar berikut:

Tidak seperti alkana, kedua gambar tersebut tidak ekuivalen. Mereka adalah 2 isomer geometri yang berbeda. Apabila gugus yang diutamakan berseberangan, kita dapat beri tanda (E) atau trans, sedangkan apabila gugus prioritas ‘bersebelahan’, kita beri tanda (Z) atau cis. (E) dan (Z) lebih universal digunakan, jadi disarankan untuk lebih menggunakan (E) dan (Z).