Alkana Bercabang

Topic Progress:

Saya yakin yang ini sudah diajarkan di buku-buku SMA. Alkana adalah kelas hidrokarbon yang sifatnya jenuh (tidak memiliki ikatan rangkap). Alkana tergolong agak sukar bereaksi sehingga sering juga disebut paraffin (parum affinis). Sifat-sifat alkana antara lain dapat berwujud gas (rantai pendek, 1-4), cair (5 – 17), dan padat (rantai panjang) pada suhu ruang. Sifat ini dapat dijelaskan dengan adanya Gaya van der Waals antar molekul alkana, di mana semakin panjang alkana maka interaksi antar molekul akan semakin banyak.

Untuk alkana rantai lurus, penamaannya sesuai dengan prefix pada umumnya (lihat halaman sebelumnya dari topic ini) ditambah dengan -ane. Contoh alkana rantai lurus yaitu octane:

octane

Untuk menggambar alkana rantai lurus, gambarlah naik turun 120o, perhatikan saja jumlah titik sudut dan ujungnya, ada 8 karbon, bukan?

Alkana Bercabang

Penamaan alkana bercabang cukup sederhana. Langkah-langkah umum penamaan alkana bercabang adalah:

  1. Identifikasi rantai karbon terpanjang.
  2. Identifikasi jumlah karbon yang hanya berperan sebagai “cabang”
  3. Nomori rantai terpanjang dengan prioritas nomor terkecil untuk cabang-cabang tersebut.
  4. Berilah nama dengan urutan: Nomor cabang-nama cabang-nomor cabang lain-nama cabang-rantai utama.
  5. Apabila ada 2 cabang identik pada karbon yang berbeda, gunakan awalan di, tri, tetra, penta, dan seterusnya, jangan lupa pisahkan dengan tanda koma (,).
  6. Apabila ada 2 cabang berbeda, pisahkan dengan strip (-).
  7. Urutkan nama cabang-cabang tersebut menurut alfabet (dalam Inggris).

Typically, alkana bercabang punya namanya berbentuk sebagai berikut: x,y-dialkil-z-alkil-a,b,c-trialkilalkana. Misal, untuk senyawa berikut:

Senyawa ini sudah dinomori untuk memudahkan 🙂 Rantai karbon terpanjang di senyawa ini terdiri dari 9 karbon (nonana). Kenapa nomornya seperti itu? Jawabannya, agar memenuhi aturan nomor 3. Gugus-gugus alkil mendapat nomor 2, 5, 6, dan 7. Seandainya penomoran kita balik, gugus alkil akan memiliki nomor 3, 4, 5, dan 8, namun tidak tepat.

Gugus pada karbon nomor 2 kita sebut gugus metil (-CH3), begitu pula dengan gugus pada nomor 5. Gugus pada karbon nomor 7 salah satunya gugus metil, yang lainnya gugus etil (-CH2CH3 atau – C2H5). Gugus pada karbon nomor 6 terdiri dari 4 karbon dan terikat pada C tersier, oleh sebab itu dinamai gugus tersier butil atau tert-butil atau t-butil (atau lebih susahnya gugus (1,1-dimethyl)ethyl).

Menurut alfabet, urutan nama gugus yang benar adalah buthyl, ethyl, lalu methyl (yang dihitung bukan t-butyl ya, tapi tetap butyl!). Oleh sebab itu, senyawa ini bernama 6-(tert-butil)-7-etil-2,5,5,7-tetrametilnonana.