Calculus 9th ed. (Purcell)

Bila anda ingin belajar Kimia Fisik dengan serius, maka anda juga harus menguasai kalkulus secara serius, dengan buku Purcell. Why? Anda akan menemukan alasannya dari membaca buku Kimia Fisik, karya Atkins misalnya atau Silbey, Alberty, Bawendi. Ya, hampir semuanya ada kalkulusnya… #CapeDeh

Saya sendiri paling lemah di Kimia Fisik dan kalkulus, tidak seperti teman saya Rizki Kurniawan yang imba di Kimia Fisik hehehe… Memang, rahasia imba di kimia fisik adalah menguasai kalkulus secara keseluruhan, terutama di bagian integral, turunan, dan persamaan differensial. Banyak aturan-aturan yang harus diketahui seperti Chain Rules, l’Hopital Rules, dan lain-lain. Jangan tanya pada saya, karena saya sendiri tidak expert di sini.

Okee, berbicara soal kalkulus, tentu sebagian besar orang akan merujuk ke buku ini. Ya memang, buku Purcell adalah “kitab sucinya” kalkulus dan dipakai dimana-mana, misalnya di kampus besar seperti ITB. Pengalaman saya membaca buku ini, awal-awal sangat excited karena ternyata seru sekali. Bagusnya buku ini yaitu dimulai dari bab 0 atau matematika dasar yang sangat membantu sekali untuk bab-bab berikutnya. Saya jadi mengerti dasar-dasar kalkulus, yang selama ini tidak pernah diajarkan di tingkat SMA. Ilmu kalkulus yang diajarkan di SMA hanyalah rumus-rumus jadi saja, tidak ada konsep dasarnya.

Dari sisi penampilan… ya buku ini termasuk fair, tidak banyak warna dan gambar. Ada pun gambar, ya gambar grafik :”) Nahh, bab-bab awal pembukanya menurut saya sangat menarik. Namun setelah lewat bab tengah-tengah, saya merasa sangat jenuh membaca buku ini, mungkin karena bukan kesukaan saya, tapi entah mengapa rasanya jenuh sekali. Buku ini menggunakan sistem teori – contoh – teori – contoh, di mana setelah tengah-tengah teorinya bertambah rumit dan sangat rumit :”) Seringkali saya tidak bisa menahan kantuk.

Saya Belajar Purcell?

Oh ya, mungkin ada dari anda yang bertanya: “Mengapa saya belajar kalkulus?” Ada 2 jawaban, yaitu yang pertama, meskipun di IChO tidak akan keluar kalkulus, tapi kita tidak akan pernah tahu apa yang dikeluarkan dosen Kimia Fisik. Kimia Fisik di Pelatnas sudah berulang kali menjatuhkan saya dengan kalkulusnya yang njelimet. Jawaban kedua, saya tentu perlu sekali belajar kalkulus untuk kuliah, karena di perguruan tinggi banyak materi yang menggunakan kalkulus, apalagi untuk jurusan teknik (meskipun saya tidak ingin masuk teknik). Oke langsung saja:

Website ini tidak lagi menyediakan ebook untuk di-download. Silahkan mencari di Forum Olimpiade Sains Nasional.

0 Shares